RUMAH MINIMALIS MODERN 2018

RUMAH MINIMALIS MODERN 2018
Jual Unit Rumah Cas dan Kredit di Kota Prabumulih - SUMATERA SELATAN

FAKTOR PENTING DALAM PENGOLAHAN LAHAN UNTUK PERUMAHAN

.
Pengolahan Lahan Perumahan merupakan salah satu pekerjaan dasar dalam membangun perumahan, karna fakrtor ini sangat mempengaruhi ketahan Struktur bangunan yang akan di bangun di atasnya. 

Selain sebagai ketahanan bangunan pematangan Lahan juga mempengaruhi ketahanan banguna jalan yang akan di bangun di lalam kawasan Perumahan. 

Pekerjaan Pematangan lahan tentunya berbeda - beda cara pengolahanya tergantung pada seperti apa kondisi lahan yang akan di olah. 

Ada beberapa bentuk kondisi Lahan yang pernah di pergunakan untuk membangun perumahan seperti Lahan Gambut, Rawa, Tanah Gurun dan lain sebagainya.

Namun kali ini kita akan fokus untuk pengolahan lahan kering yang sebelumya di dapati tumbuhan liar dan pohon besar. 

Ada beberapa tahapan yang akan kita lakukan sampai kondisi lahan jadi 100% siap untuk di lakukan pembangunan.

Lan Clearing 

Pekerjaan Pembukaan Lahan atau biasa juga di sebut Lan Clearing adalah membersihkan lahan dari beda atau tanaman yang ada diatasnya. 

Untuk pekerjaan ini kita harus mengunakan alat berat diantaranya  Buldozer, Exavator , Beko loader dan Dumtruck untuk pelodingan.

Sebelum pengunaan alat berat, tahapan awal yang harus dilakukan  adalah pemotongan tanaman yang tumbuh di lahan tersebut yang biasanya megunakan Wood Cutting Machines atau jingshow untuk pohon kayu yang berdiameter besar, sedangakan umtuk pohon dan ranting yang kecil bisa dikerjakan manual dengan mengunakan kapak.

Setelah dilakukan pemotongan tubuhan dan tanam pada yang ada di atas lahan tersebut, kita lakukan pembersihan lahan dari potongan - potongan kayu, dedaunan dan sampah dengan membuangnya kepempat pembuangan sampah mengunakan Dumtruck atau bisa juga dengan membakarnya. Tetapi jika dengan melakukan pembakaran tentunya akan mengakibatkan Polusi Udara dan sebaiknya jangan di lakukan .

Dengan melakukan pembakaran memang lebih Efisien dan Praktis namun Berdampak buruk pada lingkungan dan ini biasa di dilakukan oleh orang yang tidak peduli terhadap Dampak Polusi Udara yang bisa mengancam Kesehatan manusia, dan merupakan pelangaran Pukum Pidana.

Jika lahan sudah bersih dari sampah dedaunan dan ranting kayu barulah kita meratakan lahan dengan mengukakan alat berat. Untuk lahan yang luasnya lebih dari 2 hektar akan lebih cepat dengan mengunakan Buldozer tetapi untuk lahan yang kecil kurang dari 2 hektar cukup dengan mengunakan exavator saja.

Dalam meratakan lahan dengan mengunakan alat berat tentu harus benar benar bersih sampai ke akar akar pohon, dan jangan sapai ada akar pohon besar yang masih tertinggal. Karna akar pohon yang masih tertinggal semakin lama akan semakin membusuk dan rapuh, berikut ini adalah contoh gambar alat berat sesuai kegunaannya. 


Exavator :


Biasa digunakan untuk galian tanah dan pengurukan tanah, Exavator memiliki daya ankut cukup besar dengan baket yang berisikan 1,5 m³ akan lebih cepat untuk melakukan galian atau peloadingan. Dengan konsumsi bahan bakar Solar kurang lebih 50 ꘡ / jam.

Lahan
Exavator

Buldozer :

Pada umumnya di gunakan untuk meratakan tanah, karena Bulduzer bergerak lebih fokus ke satu arah. Walau pun Buldozer juga bisa melakukan gerakan memutar tetapi tidak bisa dengan lincah seperti Exavator karna memang dirancang lebih ke pada kerakan maju dan mundur. Sistem engerak mengunakan Hidrolik dan konsumsi Solar lebih kurang 60 - 70 l per jam

lahan
Buldozer

Kedua alat berat tersebut di atas mengunakan bahan bakar yang sama yaitu solar tetapi memiliki konsumsi bahan bakar yang berbeda, dan untuk boldozer cendrung lebih boros bahan bakar karna pengunaan dan kontribusi tenaganya cukup besar. 

Alat berat tersebut mengunakan sistim pengerak hidrolik yaitu sistim pengerak dengan mengunakan oli yang dihubungkan dengan pipa pipa hidrolik ke sisi yang di gerakan. Mengunakan roda Rantai yang mampu melintasi segala medan.


Cut And Fill

Untuk mendapatkan elevasi tanah sesuai dengan yang di rencanakan dilakukan Cut and Fill yaitu pemotongan dan pengisian bidang lahan dari kondisi tanah yang tinggi di lakukan pengurangan atau di rendahkan sesuia level yang di harapkan dan melakukan penimbunan untuk lokasi yang elevasinya rendah.

Untuk melakukan pekerjaan ini kita membutuhkan kedua alat berat tersebut dengan menmbahkan dumtruk untuk pelodingan dengan jarak yang jauh.

Dalam melakukan Cut and Fill kita harus benar-benar memperhatinkan Kontur tanah yang akan dikerjakan dan atas dasar dari perhitungan pengukuran luas lahan dan contur tanah yang telah dilakukan dengan Teknik Topografi, maka dengan demikian kita bisa memperkirakan berapa besar volume tanah yang akan di pindahkan dari satu titik ke tiktik yang lain, supaya tiadak terjadi Overloading yang dan melakukan pekerjaan mengulang melakukan penimbunan kebali di tempat yang sudah di kurangi.

Begitu pekerjaan Cut and Fill selesai keseluruhannya barulah kita melakukan pengukuran lahan untuk pembentukan Kavling sesusuai dengan Side Plan yang telah di siapkan gambarnya. Demikian dulu pembahasan kita tentang pematangan lahan atas dasar pengalaman penulis termasuk semua gambar yang di tampilkan adalah data pribadi penulis sendiri dan akan kita lanjutkan selanjutnya tentang pengukuran lahan dan lainnya. Semoga bermanfaat salam dan terima kasih.

.

0 Response to "FAKTOR PENTING DALAM PENGOLAHAN LAHAN UNTUK PERUMAHAN"

Posting Komentar